Hari pertama ini terasa begitu sangat amat berat sekaliiiii untuk aku ... disini ...
Semua terasa menyesakkan ...
Maaf atas segalanya ...
Maaf ...
Maaf atas ketidakpedulianku terhadap kamu,
Aku pergi tanpa pulang dalam waktu yang cukup lama
Tanpa pernah terfikirkan sedikitpun apa yang kamu rasa
Tanpa pernah menghiraukan kata rindu dan cepat pulang yang kamu sampaikan.
Sayang ... jadi ini ... yang pada saat itu kamu rasakan???
Sakit sayang ...
Sakit ternyata ...
Sesak rasanya membayangkan betapa sulitnya menjadi kamu pada saat itu ...
Iya ... memang saat itu aku sedang asik dengan duniaku, tapi seringkali aku teringat kamu juga hingga berujung menahan rindu yang menyisakan sesak ...
Dan aku memilih untuk bersikap sebaliknya, karena saat itu dirikupun sedang bergelut dengan kekecewaan yang kamu buat ...
Akhirnya ... bersikap dingin kupakai sebagai perisai agar hatiku tak terluka terlalu dalam lagi.
Kamu selalu berkata "sulit tanpa aku" sedang aku fikir semua akan berjalan baik-baik saja meski tanpa adanya aku disisi kamu ...
Dan akhirnya aku mengerti ... apa yang kamu sampaikan itu benar adanya.
Ku fikir ... kamu bohong soal betapa sulitnya untuk kamu tidur sendiri disini ...
Hingga mencium baju-bajuku atau sekedar memeluk bantalku adalah hal yang seringkali kamu lakukan untuk sekedar mengobati kerinduan yang kamu rasakan ...
Sama halnya dengan aku saat ini ... aku sedang memeluk erat jaket yang kamu pakai beberapa hari lalu, beruntungnya masih tergantung dikamar ... dan wangi yang kuhirup ini membuatku merasa seolah kamu ada disini.
Ternyata ...
Meskipun seringkali kita saling mengecewakan satu sama lain, berbeda pendapat, bahkan pernah saling menyakiti,
Pada akhirnya kita sadar bahwa kebersamaan kita adalah hal yang sangat berharga dan akan sangat kita rindukan ketika tak bersama.
Pillowtalk, kiss-kiss ciri khas kamu, pelukan, ucapan selamat malam buatan kamu, berbagi keluh kesah, bercerita tentang apa saja yang kita lalui setiap hari ...
Semua itu yang akan sangat kita rindukan.
Maaf pada saat itu kerinduanmu ku balas dengan rentetan makian ...
Maaf pada saat itu aku membiarkan kamu bergelut dengan rasa sakit didada yang begitu dalam hingga menyesakkan ...
Maaf pada saat itu aku membiarkanmu berteman dengan bayang-bayang ...
Maaf sayang ...
Maaf ...
Maaf ...
Maaf ...
Dan dari sini aku mengerti akan satu hal,
Sebagian kesakitan akan mendewasakan kita, maka pilihlah untuk tetap menjadi baik meski tersakiti, karena menjadi jahat ketika tersakiti hanya akan meninggalkan rasa sesal dikemudian hari.
Minggu, 13 September 2020
KANGEN KAMU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar