Minggu, 30 Maret 2014

I Wanna Be Your Princess

I wanna be your princess. Tell me my Prince, what can I do for you? Everything's!

One of my incredible dreams is to be your Princess I want you to put a crown on my head I want you to decide a new life with me I want you to share everything to meI want you to be a Father from my childs I want you to be my everlasting all I want is you, my Prince






Coba tebak, yang di atas ini gambar siapa?
Mereka adalah Princess Aurora dan Pangeran Philip. Itu loh, tokoh kartun Sleeping Beauty. Kamu tentu pernah menontonnya kan? Mereka pasangan yang sangat serasi bukan? Tapi, yang pengen aku bahas sekarang bukan mereka.
Tapi, aku dan kamu. Iya, kamu...
Aku ingin menjadi seperti seorang Putri. Tapi itu tak mungkin, karena kenyataannya aku terlahir menjadi seorang gadis yang biasa. Teramat sangat biasa.
Seorang Putri yang tinggal di kerajaan tentunya mempunyai attitude yang baik. Mereka diajarkan untuk menjadi sosok yang bersahaja sejak masa kecilnya. Bagaimana sopan-santun saat makan, berbicara, berjalan, dan bersikap. Sejak lahir, mereka juga sudah mempunyai aura seorang bangsawan. Kecantikan mereka terpancar seketika karena kebersahajaannya tersebut.

Tak dapat dipungkiri, aku memang bukan seorang Putri. Aku bukan sosok yang kalem, maka dari itu aku tidak dapat mengontrol pembicaraanku. Aku selalu ingin bicara. Aku tahu tak semua pria menyukai perempuan yang banyak bicara.
Tapi, ya memang begitulah aku. Aku tidak paham bagaimana tata cara berjalan seorang Putri. Karena aku kadang berjalan terlalu cepat hanya untuk memburu waktu dan terkadang akan berjalan sangat lambat karena sedang ingin menikmati udara luar yang sangat segar. Aku tak paham bagaimana tata cara bersikap layaknya seorang Putri. Yang aku tahu, selamanya aku akan menjadi diriku sendiri. Tapi bukan karena ingin selalu menjadi diri sendiri, aku menjadi menutup rapat diriku oleh perubahan. Tentunya aku akan selalu berusaha untuk lebih baik lagi dan lagi, and I do this for one reason, it's to be your Princess





Aku memang bukan Princess Aurora. Aku bukan seorang Putri. Tapi aku akan berusaha manjadi seorang Putri untuk kamu.
Maka, pasangkanlah mahkota itu di atas kepalaku. Jadikanlah aku satu-satunya Putri di hatimu. Karena dengan memasangkan mahkota di kepalaku, kamu yakin kepada dirimu sendiri bahwa tidak salah telah memilihku. Kamu tidak salah telah memasukkanku dalam hidupmu. Berbagilah bersamaku, segala senangmu, sedihmu, semua pun sekarang menjadi milikku, karena aku telah memutuskan untuk hidup bersama kamu.


Aku hanyalah seorang gadis kecil yang bermimpi untuk kamu jadikan seorang Putri di hatimu. Tapi kamu tenang saja ya, karena aku sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang Putri yang sempurna untuk kamu. Aku sedang belajar bagaimana cara melipat dasi, supaya nanti setiap paginya, kamu tidak perlu repot dengan dasimu sendiri. Aku sedang belajar membuat teh yang manis dan panasnya pas. Aku tahu, kopi tak baik untuk kesehatanmu, kesehatan seorang Pangeran. Maka akan kubuat kamu selalu ketergantungan dengan teh buatanku:) Aku akan belajar memasak untuk kamu. Itu salah satu syarat untuk menjadi Putri untukmu kan? Akan kubuatkan masakan yang aromanya selalu membuat hidung kamu rindu. Aku akan menemanimu di sela kesibukanmu, aku tidak akan mengganggumu kok, aku tidak akan banyak bicara.
Kamu tidak suka perempuan yang banyak bicara kan? Aku akan selalu di samping kamu dalam keadaan apapun. Kita akan menua bersama seiring dengan anak-anak kita yang mulai tumbuh dewasa.
Dan sampai kapanpun, akan kujaga mahkota pemberian kamu. Akan kujaga hatiku untuk kamu. Cause to be with you is all that I need...



Senin, 17 Maret 2014

Jangan Jadikan Aku Istrimu

Jangan jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain, kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas, wajah mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.

Jangan Jadikan Aku istrimu, ….
jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun
tengah malam, sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.

Jangan Jadikan Aku Istrimu, ….
jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. kamu harus tahu
meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman
tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.

Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita bercinta, kamu harus tahu aku menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan
gombalmu yang lebih terdengar lucu dari pada romantis adalah saat2 yang ku tunggu..

Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan
diriku kamu tahu betul kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita
tapi komitmen kita untuk hidup bersama.

Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperinagtkan kesalahanku,
sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ….
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan
teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dengan setrikaan
yang menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping
hidupmu dan jika boleh memilih aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu bagaimana rasanya.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ..
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada
meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan
hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku. Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup hari ini saja.

Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu, …
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku
bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu menyakitiku bagiku
pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap di pandang
mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa. Rupa adalah anugerah yang
akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,…
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga
ikut andil besar dengan melarnya tubuhku karena aku tidak punya waktu untuk diriku sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika
teman-temanmu mengajakmu berpetualang.

Jangan Buru-buru Menjadikan Aku Istrimu, …
jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu
mereka setelah kita menikah. Kamu tidak tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon dan tidak ingin apa yang di sebut “kewajiban” membuatku terisolasi
dari pergaulan aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga. Menikah bukan untuk
menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.

Jangan Buru-buru Menikahiku, …
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi muda aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu, meski menikah denganmu adalah impian terbesarku, aku tidak akan keberatan menunda itu demi cita-citamu karena aku juga punya cita-cita dan aku tahu bagaimana rasanya jika berhasil meraihnya.

Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu
semakin menunjukkan kekuasaanya. Bagiku hidup lebih lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku. Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.

Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan, aku takkan keberatan membetulkan genting rumah
dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.

Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu, ..
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan, aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.

Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika kamu masih berpikir kamulah cinta pertamaku sedang setiap hari aku masih harus mendengar nama-nama mantanmu dan berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa
cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus yakin, kamulah cinta terakhir dan
satu-satunya cinta yang ingin ku jalani sampai akhir hayatku…

Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, …
jika kamu pikir bisa menduakan cinta kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku
mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.

Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ….
jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu jika kamu sendiri belum tahu satu saja alasan mengapa aku harus menerimamu sebagai suami...





http://gttbekasi.wordpress.com/2012/01/03/jangan-jadikan-aku-istri-mu/

Jumat, 14 Maret 2014

New Blog

Haffttt bingitssssss......
Berhubung blog lama aku gak bisa dibuka, terpaksa buat blog baru :'(
Biasaaaa, karna lupa katasandi...
Yaudahlahhh