Selasa, 12 Agustus 2014
Untukmu, Aku Bersedia
Setelah berbincang dengan hati dalam bahasa cinta. Aku mengundangmu ke dalam hidupku. Saat kamu datang, aku akan menjamu dengan kesungguhan agar kamu merasa betah.
Pertemuan kita adalah sebuah kebetulan yang telah dirancang Tuhan.
Dentum demi dentuman jam berhasil kita nikmati. Hari demi hari pun telah kita lewati.
Kini, aku sudah yakin untuk memesan satu hari yang sakral untuk bersumpah setia dimeja penghulu di hadapan Tuhan..
Segenap keyakinanku bahkan akan menjamu ahli-ahli doa paling mujarab, sang perantara janji setia yang akan meng-Aamiin-i kisah kita.
Akan ada cincin yang selalu ingin meninggalkan bekas warna kebiruan tepat di jari manisku dan jari manismu.
Kepada laki-laki yang nantinya membuatku bangga menjadi seorang wanita, dia memintamu melanjutkan tugasnya.
Nanti, kamu akan ingat saat ibu merestui kita. Dalam air mata bahagia, ibu memintaku setia kepadamu melebihi hidup. Dengan matanya yang sembab, dia terus memandangi masa depanku, kamu, lelaki yang akan bersamaku dalam suka maupun duka, yang akan melindungiku dibawah tanganmu. Dia menyerahkan putrinya, separuh nyawanya, kepadamu.
Saat nanti aku berdiri disisimu, tugasku adalah melengkapimu sebagai ‘tulang rusukmu’. Namun saat kamu tidak disampingku, tugasku adalah tetap setia dan menunggu kepulanganmu. Itulah tugasku. Karena aku adalah harga dirimu.
Kamu, calon Ayah bagi anak-anakku. Benih segala keindahan kelak tertanamkan di dalam rahim wanita yang terlalu sederhana ini. Aku hanya bisa memberikan keseluruhanku untuk menjadi sebagian dari hidupmu.
Nanti, aku akan tetap mencintaimu. Meskipun kita melewati ratusan musim purnama, namun tatapan kita akan tetap setia melihat garis-garis wajah yang berubah menjadi keriput tipis. Angka-angka tua mulai membelai rambut yang sudah putih bersama masa.
Nanti, aku akan tetap mencintaimu. Meskipun tubuhmu tak lagi bisa tegap berdiri, tatapan matamu berubah sayu juga layu, dan rambutmu mulai memutih. Namun, kamu masih akan menjadi pria tertampan yang ditangkap oleh retina mataku.
Nanti, aku akan tetap mencintaimu. Meskipun kamu jatuh kepayahan, meski kamu dalam kesusahan, meski dihantam bertubi-tubi badai cobaan. Aku akan tetap setia mendampingimu sebagai besarnya kecintaanku pada Tuhan.
Harapan penuh,
Kepadamu, aku bersedia :)
Kamis, 26 Juni 2014
Aku Yang Bodoh, Kamu Yang Tolol, Atau Kita Sama-Sama Idiot!
“Aku hanya ingin diperlakukan seperti wanita.”
Ucapku tegas sambil menyorot matanya.
“Memangnya, aku memperlakukanmu seperti waria?” Jawabnya singkat,
mengundang emosiku naik satu tangga walau belum menuju puncak.
“Kamu ini bisa peka sedikit tidak? Percuma kamu punya perasaan kalau tidak dipakai dan digunakan!”
Bentakku menyentuh kasar gendang telinganya.
Dia hanya tercengang, tak percaya aku bisa mengeluarkan suara sekencang itu.
“Jadi, aku harus gimana dong,
Wanitaku?” Tanyanya dengan nada sedikit manja, uh aku tak tergoda!
Kalau saja ada sebuah barang di tanganku, sudah kulemparkan ke wajahnya, hingga memar dan merah.
“Kok nanya? Pikir sendiri dong, Bodoh!” Jawabku sinis, aku masih memalingkan wajah, enggan menatapnya wajahnya yang datar dan seringkali tak berekspresi itu.
"Aku kurang apa?” Kembali dia bertanya, tanpa wajah berdosa.
“Astaga Tuhaaaaaaaaaan, kamu pengen buat aku mati di tempat, hah?!”
“Astaga Tuhaaaaaaaaaan, mahluk ciptaanMu yang satu ini kelewat sensi!”
“Kamu maunya diperhatiin tapi enggak mau memperhatikan, kamu maunya disayangi tapi
jarang menyayangi, kamu maunya dipedulikan tapi jarang mempedulikan, kamu selalu menyalahkan tapi seringkali enggak mau disalahkan, kamu itu seringkali………….”
“STOP! Bisa enggak sih kamu enggak buat aku tambah capek, Tolol!” Bentaknya dengan nada tinggi, aku terdiam.
Seketika suasana menjadi hening, rambutku berantakan, dan bajunya yang acak-acakan, setiap kali ada pertengkaran, kami selalu terlihat menjijikan.
Dia berjalan ke arahku, melayangkan tamparan hangat dipipiku, “Cewe manja kayak kamu harus tahu rasanya sakit. Kalau kamu kebiasaan nyakitin
orang lain justru perasaan kamu yang lama-kelamaan akan mati. Kamu terlalu banyak ngeluh, kalau kamu mau seseorang yang kamu cintai berubah menjadi seseorang yang kamu mau, suruh robot aja, jangan suruh manusia!”
Aku hanya terdiam menatapnya, air mata perlahan menuruni kelopak mataku, mengalir begitu saja dipipiku, “Enggak pernah ada cowo yang memperlakukan aku seperti itu, Bodoh!”
“Itu masalahnya! Terlalu banyak cowo idiot yang kamu atur-atur hidupnya. Kamu bisa miliki hati
seseorang, tapi kamu belum tentu miliki jalan hidupnya! Cobalah mengerti sudut pandangku, Sayang. Jangan gunakan keegoisanmu untuk mempertahankan sesuatu yang sebenarnya tak baik untukmu. Ini bukan hanya masalahmu, tapi ini masalah kita, Sayang.” Ucapnya
menenangkanku, dia gunakan tangannya yang lembut untuk menghapus air mataku.
“Tuhan selalu punya rencana tersendiri, buktinya kini aku jadi kekasihmu dan aku banyak belajar darimu.”
“Pikiranku bisa saja salah, tapi pikiran kita bisa saja benar, karena kita memikirkannya berdua, bukan sendiri-sendiri.” Ucapnya lembut sambil memasang senyum simpul dibibirnya. Tak pernah aku merasa setenang dan sehangat itu.
Sabtu, 10 Mei 2014
Because Allah I Can
Aku pernah gagal
Aku pernah putus asa
Aku pernah jauh dari penciptaku
Tetapi Dia tidak sesekali pernah tinggalkan aku....
Aku pernah leka
Aku pernah alpa
Aku pernah melawan suruhanNya
Aku pernah tentang hukumNya
Hinggalah aku rebah tak berdaya...
Namun, masih saja Dia tetap ada untukku...
Dia tetap menanti aku pulang kepadaNya.
Dia tidak pernah jemu memanggil aku.
Di saat aku kehilangan cinta manusia.
Dia yang mengulurkan cintaNya kepadaku.
Dia yang menyembuhkan segala penderitaanku.
Dia yang memberi cahaya petunjuk kepadaku.
Mana bisa aku melepaskan cintaNya
Mana bisa aku berpaling dari cintaNya
Cinta manusia hilang tidak ku kisah.
Dan tiada cintaNya, aku pasti tak kan bisa bernafas...
Senin, 05 Mei 2014
This Is My Vow To You
Kamis, 01 Mei 2014
My Engagement Day ♥
The date was May 1th, 2014.
At Rumah Huk Family Resto, Cempaka Putih, Jakarta.
He's come with a big big bigggg family :D
Hari itu aku telah ditunangkan dengan kekasih pilihan hati, he is Alviansyah Pratama Bin Erawan Suwarsa. :)
Really, i'm not to believe it :| aku resmi menjadi tunangan orang. :D
Before this day, April 28th 2014. Aku, dia, mama, papa, serta adiknya sudah prepare membeli cincin :)
Dan sebelum hari H. He's family and my aunt prepare untuk menentukan dimana pertunangan itu akan berlangsung karna tidak memungkinkan jika diadakan dirumah aku mengingat betapa banyaknya jumlah keluarga dia. :p
H-3. Waktu yang sangat sempit untuk menyiapkan segala sesuatunya, tapi syukur Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Allah helps me a lot.....
H-2. Kita sempatkan waktu untuk datang ketempat dimana pertama kalinya kita merasa bahwa kita satu sama lain saling memiliki feel. Ancol Beach, Jakarta. That place when we first date♥
H-1. Me, him, my family n he's family really really busy for prepare about everything for that day :|
Hari H. Keluargaku sudah lebih dahulu berkumpul ditempat menyiapkan segala sesuatunya. Dan, *taraaaaa* Rombongannya datang membawa segala macam hantaran. Reaksi aku?? Berdebar gak karuan. Semuanya berjalan penuh dengan ketegangan dalam hati namun diselingi dengan tawa saat melihat reaksi si dia yang sedikit agak lucu dibuat oleh sang MC :) dan yang paling ditunggu-tunggu adalah saat orangtuanya memakaikan cincin dijari manis kiriku sebagai tanda pengikat bahwa aku adalah tunangan dari putra pertamanya :) segala macam persiapan kita bicarakan disini, persiapan untuk menentukan hari baik untuk pernikahan kami kelak. Dan insyaAllah 28 September 2014 nanti atas izin Allah kami akan melangsungkan pernikahan :)
I was so relieved it's over (and went well!). So we could focus more on wedding prep!
Aku berharap agar ikatan ini dapat mematangkan pemikiranku untuk lebih maju kedepan bersamamu.
Semoga kamu sentiasa sabar menghadapiku, menghadapi amarah dan segala jenis perlakuanku serta selalu menyayangiku sebagaimana aku menyayangimu sepenuh hati. I hope you always be my side and support me in whatever things.
Love is beautiful and great when you find the right person it will be fate.
My love I have for nick is so strong nothing can ever go wrong.
It was love at first sight I wanted to be with him every night.
Everyday I feel so good inside
I can't wait till the day I become his bride as far as the future we cannot see but together forever we will be.
What we have is love it is as beautiful as a dove.
Our love has grown into something bigger that has shown.
Your heart and my heart have connected but our love is so expected.
And now from this day
I will always pray
that I will stay with my man
and I know that I can :)
With Heart,
R. Febriani A.
Selasa, 22 April 2014
Akan Ada Hari...
Di mana Allah menjadi saksi. Saat kau lingkarkan ikatan suci Mitsaqan Ghalidza dijariku yang kau pilih, walau aku tak sesempurna istri sang nabi.
Akan ada hari..
Di mana ku lingkarkan pula sumpah setia dijarimu yang ku pilih sebagai imamku, yang Surga-Nya tak bisa kumasuki tanpa ridho darimu..
Akan ada hari..
Di mana ku gelar sajadahku dan juga sajadah-mu. Kita bersujud dalam sepenggal waktu yang sama, dan doa yang terucap darimu kuamini juga dalam hati, satu shaf dibelakangmu..
Akan ada hari..
Dimana ku siapkan santap sahurmu dengan senang hati, dan menunggu berbuka sambil mengukir senja..
Akan ada hari..
Dimana alunan kisahmu selalu kunanti sebagai pengantar tidurku, dan bersyukur karena-Nya telah memberi cinta yang kutujukan padamu..
Akan ada hari..
Dimana kau dengungkan adzan dibalik daun telinga malaikat mungil yang mewarisi sebagian parasku dan sebagian tingkahmu..
Akan ada hari..
Dimana keteladananmu akan mengiringi tugasku sebagai Madrasah bagi keturunan kita..
Akan ada hari..
Dimana kita akan melihat nisan dan memesan sepetak lahan berdampingan untuk nanti, ketika esok tak ada lagi..
Akan ada hari..
Dimana salah satu dari kita menghadap Illahi, dengan pendamping soleh dan solehah yang setia menemani sampai di akhir perjalanan nanti..
Dan aku akan setia menanti..
Semoga Allah mengizinkan sakinah bersamamu hadir disuatu hari nanti, hingga kelak dikumpulkan kembali sampai di Rumah-Nya nanti..
Aamiin :)
Kamis, 10 April 2014
Mama (Goodbye's The Saddest Word) - Celine Dion
Mama you gave life to me
Turned a baby into a lady
Mama kau beriku kehidupan
Kau ubah seorang bayi menjadi wanita
And mama all you had to offer
Was a promise of a lifetime of love
Dan mama yang harus kau berikan
Hanyalah janji cinta seumur hidup
Now I know there is no other love
Like a mother's love for her child
Kini aku tahu tak ada cinta
Yang seperti cinta ibu pada anaknya
I know that love so complete someday must leave
Must say goodbye
Aku tahu bahwa begitu cinta sempurnah suatu hari harus pergi
Harus ucapkan selamat tinggal
Goodbye's the saddest word I'll ever hear
Selamat tinggal adalah kata paling menyedihkan yang pernah kudengar
Goodbye's the last time I will hold you near
Selamat tinggal adalah terakhir kalinya aku kan mendekapmu
Someday you'll say that word and I will cry
Suatu hari nanti kau kan ucapkan kata itu dan aku kan menangis
It'll break my heart to hear you say goodbye
Hatiku kan hancur saat mendengar kau ucapkan selamat tinggal
Mama you gave love to me. Turned a young one into a woman
Mama kau beriku cinta. Kau ubah seorang gadis muda menjadi wanita dewasa
And mama all I ever needed
Was a guarantee of you loving me
Dan mama yang kubutuhkan
Hanyalah jaminan bahwa kau mencintaiku
'Cause I know there is no other love
Like a mother's love for her child
Karena ku tahu tak ada cinta
Yang seperti cinta ibu pada anaknya
And it hurts so that something so strong
Someday'll be gone
Must say goodbye
Dan sungguh akan sangat menyakitkan
Suatu hari nanti harus pergi
Harus ucapkan selamat tinggal
But the love you give will always live
Namun cinta yang kau beri kan selalu hidup
You'll always be there every time I fall
Kau kan selalu ada tiap kali aku jatuh
You are to me the greatest love of all
Bagiku engkau adlah cinta terhebat
You take my weakness and you make me strong
Kau ambil kelemahanku dan ku jadikan aku kuat
And I will always love you till forever comes
Dan aku kan selalu mencintaimu selamanya
And when you need me
Dan saat kau membutuhkanku
I'll be there for you always
Aku kan selalu ada untukmu
I'll be there your whole life through
Aku kan selalu ada seumur hidupmu
I'll be there this I promise you mama
Aku kan selalu ada, ini janjiku padamu mama
I'll be your beacon through the darkest night
Aku kan jadi lenteramu di malam-malam yang gelap
I'll be the wings that guide your broken flight
Aku kan jadi sayap yang menuntunmu terbang
I'll be your shelter through the raging storm
Aku kan jadi tempat bernaungmu saat badai menerjang
And I will love you till forever comes
Dan aku kan selalu mencintaimu selamanya
Till we meet again until then goodbye
Hingga kita berjumpa lagi, sampai saat itu selamat tinggal
Rabu, 09 April 2014
Sembilan Sebelas :*
Yaaaa, ofcourse! Sekarang tanggal 9. Taraaaaaaaa :* lebaydeh-_-
Sekarang tanggal 9, bulan april, tahun 2014. Ada yang tau kenapa aku segembira ini? :D ehmmm.. Mau tau? Yakin? Bener????? Yaaa benarrr. Karna ini pertama kalinya aku bisa masuk TPS (Tempat Pemungutan Suara) aihhhh. Kebayang gak gembiranya bisa ikut nyoblos, mungkin yang paling bikin seneng adalah saat celupin jari kelingking yang imut ni kedalam tinta. Hahaha....
Udah ah, itu gak bener itu gak bener. Yang bener itu, kenapa aku segembira ini? Karna ini tanggal 9 :D
Tepat ditanggal ini, 5bulan yang lalu, aku dan hmm sebut saja dia "Jerapahku". Hahaha tidak tidak, dia bisa pasang emot sad kalau aku menyapanya dengan sebutan "Jerapahku" :p hmmm.... Sebut saja dia Prince Philip agar kalian bisa menyebutku si Princess Aurora, ewwhhh bingits deh :( udah ah, sebut saja dia Papsky (Panggilan sayang aku buat dia).
Berawal dari kebosanan yang membuatku memutar dan mengguling-gulingkan otak ke kanan, kiri, depan, belakang, sampai akhirnya terupdatelah sebuah PM diblackberry messengerku "Ancol Yukkk". Ada satu, dua, tiga, banyaklahhh chat masuk yang isinya "Yuk", "Yukkk", "Yukkkk". Tapi entah kenapa jemariku lebih memilih me-read sebuah chat dari seorang laki-laki, atau sebut saja cowok, yang pasti bukan wanita dengan ber-displayname-kan "Alvie Jelsen", yang tak lain merupakan teman dari teman-temanku, dan sekarang dia adalah partnerku dalam ber-longdistancerelationship-ria.... Yaelahhh... Percakapan singkat dibbm membawa aku dan dia kedalam sebuah pertemuan, meskipun ini bukan pertemuan pertamaku, karna sebelumnya kita sudah sering bertemu dalam suatu ketidaksengajaan, atau seperti saat malam dimana dia datang kerumah tapi aku justru memintanya untuk mengantarku kesebuah mini market kemudian mengantar aku kembali kerumah dan tanpa basa-basi mengajaknya masuk kedalam, akhirnya dia pulang. Hahaha, bahkan sampai saat ini pun didalam sebuah percakapan kita selalu tertawa jika secara tiba-tiba ingatan kita terflashback pada malam itu :p gak kebayang rasanya jadi dia hoho. Pissss sayangggg.. :*
Kembali ke topik pembicaraan, walaupun aku sendiri gak tau apa yang mau dibahas dalam postingan kali ini*lempargayung*
Tanggal 9, 5bulan yang lalu, mungkin sekitar pukul 7pm, dia jemput aku, kita meluncurrrr kesalah satu pantai yang ada dijakarta, memang ada berapa pantai dijakarta? Ya memang cuma 1 kan? Just ANCOL.. Sesampainya disana kita disambut hujan yang cukup deras dan didukung dengan perut yang agak lapar akhirnya kita putusin untuk mampir difoodcourt, duduk, makan, tapi yang makan cuma aku, dia gak makan katanya sih masih kenyang gituuu :p beberapa menit atau mungkin beberapa jam kemudian kita masih duduk, ngobrol, sambil liatin airhujan yang masih 'sedikit' turun dari awan yang kayanya lagi sedih :( karna bete juga cuma duduk-duduk, akhirnya kita turun dari foodcourt, jalan kepantai, gak lama kemudian *taraaaa* tiba-tiba hujannya deras lagi, akhirnya kita lari-lari kecil gitu cari tempat neduh, didepan toko, berdiri, berhubung capek juga berdiri gitu, ngeliat ada payung teduh milik Planet Baso, kita mutusin buat neduh disana sekalian pesan minum. Ada satu hal yang bikin aku gak pernah bisa lupa sama malam itu, dari awal kita sampe disana, dia sama sekali gak ngegandeng ataupun nyentuh aku sedikitpun, tapi saat aku dan dia ready buat ngacir ke payung teduh, tiba-tiba dia bawain tas aku terus tarik tangan aku sambil bilang "Sini tangannya aku pegang biar kayak orang pacaran". Akhirnya kita lari-lari sambil bergandengan gituuu... Katanya sih dia gemeteran takut-takut gitu pas mau narik tangan aku.. Yaelahhh :p alhasil bukan main air dipantai, kita ganti malam itu judulnya jadi "Mandi Hujan di Pantai" hahahaha...........
Itu baru sebagian kecil cerita dari awal mula kedekatan aku dan dia hingga akhirnya saat ini menjadi kita. Dan kita sepakat untuk menetapkan tanggal 9 sebagai hari jadi hubungan ini yang disetiap bulannya itu kita wajib untuk saling ngucapin. Seperti hari ini. Dan aku jadikan postingan kali ini sebagai "Hadiah" untuk mengingatkannya tentang apa yang terjadi 5bulan yang lalu:)
Ohh yaaaa... Walaupun ditengah-tengah masa pendekatan aku harus menerima kenyataan yang sebenarnya sulit untuk diterima, baru sesaat aku ngerasain bisa deket sama dia, dan dia? Harus ninggalin aku disini:( dan lagi-lagi aku harus ngejalanin LongDistanceRelationship. Awalnya aku pilih buat udahin hubungan kita, tapi nyatanya aku gak bisa bohongin perasaan aku kalau aku udah terlanjur sayang dan bergantung sama semua perhatiannya, tingkah lakunya, and everythings about him.
Kita lanjutin hubungan ini dengan jarak ribuan kilometer yang menyulitkan kita untuk saling melepas kerinduan. :')
Sedih gak jadi aku? Sedih bangetttt..
Tapi aku gak mau kalah sama jarak. Aku yakin kita bisa ngejalanin ini:')
Biar jauh tapi bikin nyaman, mau gimana lagi? Dan aku juga bangga dengan statusku saat ini, walaupun terpisah jarak tapi kisah cinta kita selalu indah. Gak seperti mereka yang selalu bertemu :)
Kita punya quality time, seperti 28 februari kemarin, saat aku datang kesana setelah cukup lama menahan rindu. Karna kita jarang bertemu, sekalinya bertemu kita berusaha membuat pertemuan itu sangat berkualitas. Bisa dibayangkan rasa rindu ketika bertemu. Ledakan emosi yang sangat indah. So, feel it, it’s wonderful moment♥
And now, satu bulan lebih kita belum bertemu:( 16 april nanti ada rencana kamu pulang kejakarta sama papa. Semoga Tuhan mempermudah pertemuan kita nanti:') Aku tunggu kamu disini dengan Quality Time selanjutnya yang harus lebih Special dari pertemuan kita sebelumnya:*
There's no limit to what I wouldn't do for you. Just ask, it will be done, no matter the miles, no matter the sacrifice. I love you, and you'll always be in my heart. I love you My Alviansyah ♥
Selasa, 08 April 2014
Jangan Percaya Padaku
kau tidak boleh begitu mudah menaruh kepercayaan.
Jangan percaya padaku
saat kukatakan aku baik-baik saja namun mataku berkata sebaliknya
Tanya padaku lebih dari sekali sampai aku bosan berbohong padamu lagi
Atau barangkali,
sampai aku menangis dan tidak membohongi diri.
Jangan percaya padaku
Saat aku diam seribu bahasa, ketika kau bertanya apakah aku baik-baik saja
Tunggulah beberapa saat, sampai kepalaku telah hilang penat.
Saat itu, yang terbaik yang bisa kau lakukan adalah memelukku dengan kuat.
Jangan percaya padaku
saat aku berlaku biasa saja ketika kau berbuat sesuatu yang menyakiti hatiku
Karena barangkali, aku hanya ingin menyenangkan diri sendiri dan menenangkanmu.
Kau tahu, pertengkaran tidak akan membawa kita kemana-mana selain masa lalu.
Jangan percaya padaku
Jangan begitu mudah menyerah dan percaya padaku
Karena bila kau sudah cukup mengenalku,
kau tahu aku tidak sejujur itu.
Dan padamu, aku masih menaruh harap bahwa kau akan belajar lebih baik untuk segera bertindak.
Karena bagi perempuan,
diam adalah cara terbaik untuk belajar kesabaran
berbohong adalah cara untuk memberi jeda pada keresahan
Dan pertengkaran adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan..
Aurora
My favorite is Prince Phillip (Sleeping Beauty). Ehm, Aladdin! Tapi saya juga suka pangeran-nya Rapunzel, Flynn Rider yang sembarangan tapi romantis.
Anyway, rata-rata anak perempuan pasti melalui yang namanya fase princess. Selama masih ada dongeng dan Disney, fase tersebut akan terjadi pada nyaris semua anak perempuan.
Tapi kalau boleh dibahas satu-persatu, seperti apa sih kira-kira sifat para Prince Charming ini sebenarnya? Mereka hanya muncul sebentar dan kalau mereka manusia, sifat mereka kurang lebih akan seperti ini:
Pangeran Ferdinand
Bagi yang nggak familiar, Ferdinand adalah pangerannya Snow White. Secara dia cuma muncul sebentar dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Snow White, without knowing her at all. At all!
Prince Charming Cinderella
Yang satu ini kasihan, dia nggak punya nama. Benar-benar cuma Prince Charming. Dan dia adalah seorang pangeran cukup umur yang nggak mau disuruh menikah dengan perempuan yang nggak dikenal. Nggak bisa disalahkan juga, kan? At least dia punya pendirian.
Pangeran Phillip
Dia adalah pangerannya Aurora, dan punya nama! Phillip bisa dibilang satu-satunya dari deretan prince charming yang berusaha. Jatuh cinta pada Aurora nggak peduli dia hanya seorang rakyat jelata biasa atau pun seorang putri pewaris tahta. And he fights monster for her. That’s what I called dedication. Whuuu..
Maybe I'm not a Sleeping Beauty that has Prince Philip, but it doesn't mean I will never have a Prince Philip as well. It's just Within Temptation
Sleeping Beauty
After many childless years, King Stefan and Queen Leah welcomed the arrival of their daughter, Aurora. The newborn Princess is named after the Roman Goddess of the dawn because of how she fills the lives of the King and Queen with sunshine. While still an infant, she is betrothed to the also-young Prince Phillip, son of King Hubert, so that the kingdoms of Stefan and Hubert will be forever united. At her christening, three good fairies, Flora, Fauna, and Merryweather, arrive to bless the child with gifts. The first fairy ,Flora, gives the princess the gift of beauty, while the next fairy, Fauna, gives her the gift of song. Before Merryweather is able to give her blessing, a wicked witch named Maleficent appears, expressing disappointment of not being invited to the ceremony.
Afterwards the evil enchantress curses the princess, that on her sixteenth birthday, before the sun sets, she will prick her finger on the spindal of a spinning wheel and die. After Maleficent disappears, the third fairy, Merryweather, is able to use her blessing to weaken the curse, so that instead of death, Aurora will fall into a deep sleep that can only be awaken by true love's kiss.
Though King Stefan orders all spinning wheels in the kingdom to be burned, the three fairies know Maleficent's spell cannot be stopped that easily and devise a plan to protect her. With the King and Queen's consent, they disguise themselves as peasant women and sneak Aurora away with them to a woodland cottage until her sixteen birthday passes.
Years later, Aurora, renamed Briar-Rose, had grown into a gorgeous young woman with the blessings that Flora and Fauna bestowed to her. Sweet and gentle, she dreams of falling in love one day. As Rose gathers berries, while singing, she attracts the attention of Prince Phillip, now a handsome young man, as he is out riding his horse in the woods. When they meet, they instantly fall in love, Phillip believing her to be a peasant girl. Realizing that she has to return home, Rose flees from Phillip without ever learning his name. Later that day, the fairies reveal the truth to Rose and take her to her parents.
Meanwhile, Phillip returns home telling his father of a peasant girl he met and wishes to marry in spite of his prearranged marriage to Princess Aurora. The King Hubert tries to convince Phillip to marry the princess instead of the peasant girl, but fails. In the palace, Maleficent uses her magic to lure Aurora away from her family and up to a tower, where an enchanted spinning wheel awaits her. Spellbound by the wheel's fascination, Aurora touches the spindle, pricking her finger and completing the curse. The good fairies place Aurora on a bed and place a powerful charm on all the people in the kingdom, causing them to fall in a deep sleep until the spell is broken. Before falling asleep, King Hubert tells Stefan of his son being in love with a peasant girl, which allows the fairies to realize that Prince Phillip is the man Aurora has fallen in love with, and they search to find him, to convince him to kiss the princess and unbind the curse. However, the Prince had already been kidnapped by Maleficent and taken to the dungeons of her lair, to prevent him from breaking her spell. The fairies discover the Prince's whereabouts and sneak into Maleficent's castle and set free the prince. Armed with a magical Sword and Shield, Phillip and the fairies escape from the witch's prison. As the Prince desperately tries to reach the Princess, he finds himself battling a dragon, that Maleficent had transformed herself into. After a long fight in which his shield is destroyed, Phillip throws the sword, blessed by the fairies' magic, directly into Maleficent's heart, causing Maleficent to fall to her death from a cliff.
Phillip climbs to Aurora's chamber, and removes the curse with a kiss. As the film ends the two royals arrive at the ballroom, where Aurora is happily reunited with her parents, and she and Prince Phillip live happily ever after.
Jumat, 04 April 2014
Inside of My Mind
Selebihnya? Yaaa yaudah hahahah.
Pernah merasa gak sih, kepala lo penuh sama banyak hal tapi apa yang ada diotak lo gak bisa lo keluarin karena lo sendiri juga gak ngerti? Pernah merasa gak sih kalau lo mau teriak karena orang gak bisa ngerti apa yang lo rasain/pikirin? Pernah merasa gak sih kalau orang gak peduli sama apa yang lo lakuin?
Pernah gak sih lo merasa kalau lo sendiri disaat ramai? Pernah merasa lo tersesat dikeramaian itu? Pernah gak lo berhenti, diam, dan berpikir... Siapa yang bakal balik dan nyadar kalau lo gak ada disitu? Siapa yang bakal balik dan jemput lo dikeramaian? Pernah berpikir gak kalau lo cuma sampah atau pelengkap?
Pernah merasa gak kalau lo cuma boneka yang nunggu disuruh baru jalan? Apa lo pernah merasa sekaliiiii aja kalau gak ada lo mereka gak bisa apa-apa? Atau malah sebaliknya? Apa lo merasa tanpa lo semua bakal baik-baik aja?
Apa yang nahan lo sekarang, Feb?
Kemana suara lo?
Siapa lo sebenarnya?
Mau apa lo sebenarnya?
Kenapa lo diam aja?
Apa yang lo pikirkan?
Kenapa sekarang lo gak bisa ngomong?
Ah... sepertinya lo mulai menghilang
Di tengah keramaian...
Keramaian suasana...
Dan juga otak.
Ya. Keramaian... Dalam diri lo......
Selasa, 01 April 2014
The Little of Random Feeling's
Izinkan aku bersanding dengannya, untuk melengkapi tulang rusuknya, hingga Tangan-Mu sendiri yang memisahkan. Ridhoi kami untuk membangun rumah tangga yang bisa menolong kami dari kejamnya siksa neraka-Mu. Ridhoi kami untuk merasakan nikmat surga atas ke-taat-an kami didalam ikatan suci pernikahan kami nanti.
Tapi, jika memang tak kau hendaki pernikahan ini, maka tunjukan sesuatu padaku bahwa dia memang bukan calon imam yang mampu menuntunku untuk mencapai surga-Mu.
Ada banyak ujian, akan ada banyak hal yang bisa menggoyahkan niat kita, seperti saat ini, saat dimana hati telah memantapkan niat untuk meyakinkan bahwa dirinya lah calon imamku kelak...
Dan aku harap bukan hanya aku yang mampu melewati segala ujian-Mu, tetapi dia, keluargaku, dan keluarganya...
Mungkin terlalu nampak keburukanku dihadapan lingkungan orang-orang terdekatnya. Namun, apa salah jika aku berjanji untuk memperbaiki segalanya walau tak menjadi seperti yang dia dan keluarganya harapkan, setidaknya aku cukup bisa menjadi Istri yang akan menemaninya dalam apapun keadaannya, bahkan dalam keterpurukannya sekalipun. Aku cukup bisa menjadi Istri yang menurut dan taat pada apapun yang dia ucapkan dan perintahkan. Karna yang aku tahu, ridho suami adalah ridhonya Allah...
Dan aku cukup tau, bahwa surga dan neraka ku ada padanya. Aku ingin merasakan nikmatnya surga melalui ikatan pernikahanku dengannya, aku ingin merasakan sejuknya surga, melalui caraku yang akan menjadikan dia satu-satunya lelaki paling beruntung yang akan aku perlakukan seistimewa para istri Nabi memperlakukan suaminya...
Dan kepadamu aku memohon, Ya Allah mantapkan iman kami, ilmu kami, jiwa dan raga kami, hati dan fikrah. Kuatkan kami untuk menapaki setiap jejak dan langkah ujian-ujian ini ya Allah.....
Untukmu, My Everlasting Home
Ada yang ingin ku katakan padamu, mengenai isi hati.
Aku ingin menorehkannya ke dalam sebuah tulisan, untuk berjaga-jaga jika nanti kamu mulai lupa saat ingatan mu termakan usia..
Masih ingat?
Kita dipertemukan. Bukan aku yang menemukanmu, ataupun kamu yang menemukanku. tapi sebuah kebetulan yang disengaja Tuhan-lah yang telah mempertemukan kita.
Masih ingat?
Pertama kali kita bergandeng tangan dan berlari-lari bawah rintik hujan? Lalu, matamu. Iya, aku jatuh cinta pada matamu. Sejak saat itu, sejak saat matamu menjadi tanda baca, lalu bertemu mataku, dan kini mereka menjadi cerita..
Masih ingat?
Saat kamu bilang, akan memberikan yang terbaik untuk ku?
Saat itulah aku belajar untuk percaya (lagi).
Belajar untuk bangkit (lagi).
Belajar untuk kuat (lagi).
Dan berharap tidak dikecewakan (lagi)…
Ketika aku jatuh cinta, aku mempersiapkan dua hal: Bahagia dan sakit hati.. Itu hukum alam. Begitupun saat aku jatuh cinta padamu, dengan segala resikonya, yang sudah sangat aku pahami. Saat ku jatuhkan hatiku padamu, tak pernah terfikir bahwa aku ingin singgah selamanya dihatimu sebagai tulang rusukmu seperti ini.
Aku memang tidak pernah bisa memilih kepada siapa aku akan jatuh cinta.. Yang kutahu, aku selalu jatuh cinta dalam keadaan sadar. Sadar dalam artian, aku tidak perlu bertanya kepada siapapun “am I falling in love?”
Selama hidup, aku bertemu sosok yang membuatku belajar mencintai dengan baik: membebaskan, melepaskan, serta memaafkan. Membebaskan ke mana hati sosok tersebut berlabuh, melepaskan genggaman tangan yang tidak lagi erat, serta memaafkan cerita Tuhan yang kurang sesuai dengan harapan-harapan yang selama ini kubangun di imajinasiku sendiri.
Dan bagiku, apa jika cinta kita sedang diuji maka aku akan mudah menyerah? Tidak. Karena masih terlalu banyak rindu untuk Tuhan titipkan pada cerita kita nanti. Disaat aku tak bisa menjabarkan cemas yang membelenggu saat cemburu menghampiri, dan keterbatasanku yang tak bisa mengawasimu selagi jauh dari jangkauan mata dan indera perabaku. Maka aku hanya bisa menyampaikannya ke Arsy pada ‘Penguasa Hati’. Agar Dia menjaga hatimu, untukku (jika memang akulah ‘Tulang Rusukmu’).
Aku juga ingin mencintaimu dengan hati-hati. Itu karena ketakukanku akan kehilangan dan kemudian lenyap (lagi) disetengah perjalanan mungkin saja terjadi. Kini, aku sedang pelan-pelan mendaki (lagi) tangga masa depan (denganmu), dimana disetiap anak tangganya aku melangkah dengan hati-hati, dimana disetiap pijakannya ku ikuti dengan doa.
Ada yang bilang, pejuang yang baik itu tahu kapan harus maju, kapan harus mundur, dan kapan harus diam menyusun strategi. Dan jika aku diam, itu bukan karna aku sedang marah atau jemu padamu. Aku hanya ingin sesekali bertindak sebagai murid terbaik. Untuk dapat mempelajarimu, aku harus diam demi bisa memperhatikan. Memperhatikan marahmu, senyummu, tangis dan bahagiamu. Dan bukankah kamu itu suka sekali didengarkan? Maka untuk bisa mendengarkanmu, entah itu nasihat, ocehan amarah atau kisahmu, aku harus menciptakan keheningan. Aku menghitung jumlah bicara agar jangan sampai aku kehilangan fokus, sebab mengecewakanmu adalah pantangan.
Bagiku, kelebihanmu adalah anugerah untukku, dan kekuranganmu akan jadi hal yang membuatmu lebih kucintai. Karena kekuranganmu hanya sebesar debu yang menempel di selaput mataku. Aku berkedip, dan lalu hilang. Kekuranganmu bukan lagi jadi masalah besar. Tentunya bukan kaulah orangnya yang ku inginkan untuk menyematkan cincin di jari manisku jika aku tak bisa mencintai keseluruhanmu. sebab hanya di mataku saja kamu sewujud malaikat, meski nyatanya di dunia nyata kamu tetaplah manusia yang bukan tanpa cacat. Karna aku hanya ingin mencintai manusia, bukan malaikat. Jadi tak perlu yang sempurna, toh aku bukan bidadari…
Jadi tetaplah di sisiku, aku ingin bahagia dengan membahagiakanmu, karena aku ingin menjadi bagian dari ingatanmu yang kemudian menjelma jadi angan-angan tentang masa depan, bukan sekedar kenangan. Membayangkan saat nanti kamu mantap melingkarkan ikatan suci di jari manisku dan berikrar tanpa ingkar. Saat nanti kita sudah menikah dan tinggal serumah. Rumah sederhana kita yang serupa surga. Karna akan ada aku, kamu, dan malaikat-malaikat kecil kita di dalamnya. Bagiku, penampilan rumah tidaklah penting. Karna bila kita mencintai, hati adalah rumah terbaik. Bisa tinggal dihatimu, itu sudah lebih dari cukup. Membayangkan nanti, setiap malam, akan ada wajahku yang kau pandang lekat-lekat sebelum matamu terpejam. Dan di pagi hari, akan ada wajahmu yang selalu tertangkap retinaku saat membuka mata. Menyiapkan makanan kesukaanmu dan menyiapkan segelas kopi selagi kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Bercanda dan bermain bersama malaikat-malaikat kecil diruang keluarga, yang terkadang riuh suara tangis mereka justru terdengar seperti nyanyian dari surga. Indah bukan?
Disetiap kali kaki, lutut, dan keningku bertemu dengan sajadah. disaat itulah aku selalu meminta agar kamulah orang yang nantinya bisa menjagaku. yang menjadi bahuku ketika nanti aku terpuruk, yang menenangkan ketika hatiku gelisah, dan yang menjadi penyeka air mataku. aku selalu meminta agar kamulah yang menjadi masa depanku, hidupku, dan imamku.
Aku selalu senang jika bertukar pikiran pada Tuhan tentangmu. Tentang cara mengubah namamu menjadi nama-Nya, lalu kembali menjadi namamu. Tentang cara mengisi pikiranku dengan-Nya, lalu kembali pada pikiranku padamu. Tentang tidak membagi rinduku untuk siapapun selain untukmu. Aku senang mengadu pada Tuhan tentangmu. Walau terkadang dihati kecil, ada rasa takut untuk kembali merajut mimpi terlalu jauh.
Itu karena aku pernah merasakan kegagalan yang teramat pahit, sebuah cinta dan harapan yang kandas ditengah jalan. sebuah cita-cita indah yang sudah terancang dengan indah dan amat sempurna yang sekejap mata dieksekusi tanpa pemberitahuan atau proposal apapun oleh Tuhan. tapi itu adalah masa lalu, tak kuharapkan lagi yang telah lalu. kini, yang kutahu, aku mencintaimu.
Semoga kamu bukan sekedar bertamu, dan semoga Tuhan mengijinkanmu untuk menjadi buah kesabaran yang Dia berikan untukku. Seperti halnya Muhammad yang menjadi buah kesabaran bagi Khadijah. Dan hingga saat itu tiba. Aku yakin, malaikat pun ikut bersujud mengamini setiap hasta dari doa-doaku disetiap kali beribu harapan indah dari dalam hati mengalir deras membasahi sajadah, atau bahkan bintang pun turut serta dalam setiap sujud dan doa yang kupanjatkan..
Jadilah IMAM-ku.. Dengan segala makna yang dikandung oleh kata itu.
Dan aku tak akan henti menunggu saat aku mengucap amin, satu shaf di belakangmu. Dan jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu, hartamu yg paling berharga.
Semoga kamu bukan sekedar ‘bertamu’. Karena aku ingin menjadi persinggahan terakhir mu. Rumah mu yang terakhir.....
Minggu, 30 Maret 2014
I Wanna Be Your Princess
One of my incredible dreams is to be your Princess I want you to put a crown on my head I want you to decide a new life with me I want you to share everything to meI want you to be a Father from my childs I want you to be my everlasting all I want is you, my Prince♕
Mereka adalah Princess Aurora dan Pangeran Philip. Itu loh, tokoh kartun Sleeping Beauty. Kamu tentu pernah menontonnya kan? Mereka pasangan yang sangat serasi bukan? Tapi, yang pengen aku bahas sekarang bukan mereka.
Tapi, aku dan kamu. Iya, kamu...
Aku ingin menjadi seperti seorang Putri. Tapi itu tak mungkin, karena kenyataannya aku terlahir menjadi seorang gadis yang biasa. Teramat sangat biasa.
Seorang Putri yang tinggal di kerajaan tentunya mempunyai attitude yang baik. Mereka diajarkan untuk menjadi sosok yang bersahaja sejak masa kecilnya. Bagaimana sopan-santun saat makan, berbicara, berjalan, dan bersikap. Sejak lahir, mereka juga sudah mempunyai aura seorang bangsawan. Kecantikan mereka terpancar seketika karena kebersahajaannya tersebut.
Tak dapat dipungkiri, aku memang bukan seorang Putri. Aku bukan sosok yang kalem, maka dari itu aku tidak dapat mengontrol pembicaraanku. Aku selalu ingin bicara. Aku tahu tak semua pria menyukai perempuan yang banyak bicara.
Tapi, ya memang begitulah aku. Aku tidak paham bagaimana tata cara berjalan seorang Putri. Karena aku kadang berjalan terlalu cepat hanya untuk memburu waktu dan terkadang akan berjalan sangat lambat karena sedang ingin menikmati udara luar yang sangat segar. Aku tak paham bagaimana tata cara bersikap layaknya seorang Putri. Yang aku tahu, selamanya aku akan menjadi diriku sendiri. Tapi bukan karena ingin selalu menjadi diri sendiri, aku menjadi menutup rapat diriku oleh perubahan. Tentunya aku akan selalu berusaha untuk lebih baik lagi dan lagi, and I do this for one reason, it's to be your Princess♕
Maka, pasangkanlah mahkota itu di atas kepalaku. Jadikanlah aku satu-satunya Putri di hatimu. Karena dengan memasangkan mahkota di kepalaku, kamu yakin kepada dirimu sendiri bahwa tidak salah telah memilihku. Kamu tidak salah telah memasukkanku dalam hidupmu. Berbagilah bersamaku, segala senangmu, sedihmu, semua pun sekarang menjadi milikku, karena aku telah memutuskan untuk hidup bersama kamu.
Kamu tidak suka perempuan yang banyak bicara kan? Aku akan selalu di samping kamu dalam keadaan apapun. Kita akan menua bersama seiring dengan anak-anak kita yang mulai tumbuh dewasa.
Dan sampai kapanpun, akan kujaga mahkota pemberian kamu. Akan kujaga hatiku untuk kamu. Cause to be with you is all that I need...
Senin, 17 Maret 2014
Jangan Jadikan Aku Istrimu
Jangan jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain, kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas, wajah mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
Jangan Jadikan Aku istrimu, ….
jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun
tengah malam, sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.
Jangan Jadikan Aku Istrimu, ….
jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. kamu harus tahu
meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman
tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita bercinta, kamu harus tahu aku menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan
gombalmu yang lebih terdengar lucu dari pada romantis adalah saat2 yang ku tunggu..
Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan
diriku kamu tahu betul kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita
tapi komitmen kita untuk hidup bersama.
Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperinagtkan kesalahanku,
sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ….
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan
teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dengan setrikaan
yang menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping
hidupmu dan jika boleh memilih aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu bagaimana rasanya.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ..
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada
meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan
hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku. Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup hari ini saja.
Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu, …
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku
bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu menyakitiku bagiku
pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap di pandang
mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa. Rupa adalah anugerah yang
akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,…
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga
ikut andil besar dengan melarnya tubuhku karena aku tidak punya waktu untuk diriku sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika
teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
Jangan Buru-buru Menjadikan Aku Istrimu, …
jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu
mereka setelah kita menikah. Kamu tidak tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon dan tidak ingin apa yang di sebut “kewajiban” membuatku terisolasi
dari pergaulan aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga. Menikah bukan untuk
menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.
Jangan Buru-buru Menikahiku, …
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi muda aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu, meski menikah denganmu adalah impian terbesarku, aku tidak akan keberatan menunda itu demi cita-citamu karena aku juga punya cita-cita dan aku tahu bagaimana rasanya jika berhasil meraihnya.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu
semakin menunjukkan kekuasaanya. Bagiku hidup lebih lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku. Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.
Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan, aku takkan keberatan membetulkan genting rumah
dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.
Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu, ..
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan, aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.
Jangan Jadikan Aku Istrimu, …
jika kamu masih berpikir kamulah cinta pertamaku sedang setiap hari aku masih harus mendengar nama-nama mantanmu dan berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa
cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus yakin, kamulah cinta terakhir dan
satu-satunya cinta yang ingin ku jalani sampai akhir hayatku…
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, …
jika kamu pikir bisa menduakan cinta kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku
mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.
Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ….
jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu jika kamu sendiri belum tahu satu saja alasan mengapa aku harus menerimamu sebagai suami...
http://gttbekasi.wordpress.com/2012/01/03/jangan-jadikan-aku-istri-mu/
Jumat, 14 Maret 2014
New Blog
Berhubung blog lama aku gak bisa dibuka, terpaksa buat blog baru :'(
Biasaaaa, karna lupa katasandi...
Yaudahlahhh











.jpg)

